Djarum Indonesia Open Super Series 2010 Kali Ketiga Tanpa Gelar Juara

Posted by Iqbal Nurdiansyah on 1 July 2010 in Academic |

Bulutangkis.com – Para duta merah putih untuk ketiga galinya gagal memetik satu gelarpun sepanjang sejarah perhelatan turnamen Indonesia Open sejak tahun 1982. Setelah di tahun 2007 tim merah putih hanya kebagian satu gelar runner up, tragedi yang sama kembali terjadi pada tahun 2009 ketika Taufik juga gagal meraih podium juara atas jagoan Malaysia, Lee Choong Wei.

Di usianya yang sudah menginjakkan tahun ke-29 turnamen Indonesia Open sudah banyak sejarah yang mampu diukir oleh para pebulutangkis anak negeri di kandang sendiri. Tidak hanya mampu menyabet 1-2 gelar, para pemain Indonesia bahkan menyapu bersih semua gelar di turnamen ini pada tahun 1983, 1996, 1997, dan 2001. Bahkan dua nama pemain tunggal Indonesia, Ardy Wiranata dan Taufik Hidayat mencatatkan sejarah mereka dengan menjadi juara enam kali edisi.

Namun sejak dua tahun terakhir terjadi pergeseran yang cukup signifikan dari peta kekuatan bulutangkis dunia yang dulunya hanya dirajai oleh China, Indonesia, Malaysia, Korea dan Denmark. Para pemain dari negara India, Polandia, Rusia, Taiwan, Thailand, Jepang dan Singapura ternyata sudah mampu mendobrak dominasi dari lima negara tersebut.

Tahun ini merupakan kali ke-3 tim merah putih harus puas dengan hanya menyandang gelar runner up. Dan satu hal yang harus digarisbawahi adalah tidak ada satu pun pemain China yang ikut ambil bagian di turnamen ini. Nama besar Taufik Hidayat untuk kedua kalinya menjadi harapan satu-satunya publik Istora di partai puncak namun akhirnya tidak mampu mengimbangi permainan tunggal nomor satu dunia, Lee Choong Wei. Dalam laga berdurasi 37 menit kemarin, Taufik harus menyerah dua set langsung, 21-19, 21-8. Di paruh akhir set pertama, setelah sempat tertinggal 10-15 Taufik sebenarnya mampu mempertipis selisih poin menjadi 15-16 dan akhirnya mendapatkan momentum di angka 18 untuk unggul 19-18 ketika mampu menyajikan permainan bertahan dan balik melakukan serangan atas tunggal Malaysia tersebut. Namun beberapa kesalahan sendiri yang dilakukan oleh Taufik di depan net setelah terlibat reli panjang memaksa Taufik untuk menyerahkan set ini kepada Choong Wei. Stamina Taufik yang menurun drastis di set kedua akhirnya menjadi penentu kemenangan Lee Choong Wei untuk merebut gelar ketiganya di turnamen ini.

“Saya mengakui penurunan kondisi fisik di set kedua, tetapi saya tetap berusaha untuk bermain yang terbaik”, papar Taufik saat konferensi pers usai pertandingan. Pada saat latihanpun sebenarnya Taufik sudah mencapai porsi maksimal dan sulit untuk ditambah lagi. Selain itu persiapan disela-sela persiapan Taufik di turnamen ini, dirinya sempat mengalami beberapa hambatan seperti sakit, menunggu kelahiran anaknya dan beberapa permasalahan lain namun peraih emas Olimpiade Athena 2004 ini sama sekali tidak menganggap hal itu menjadi faktor kekalahannya atas Choong Wei. “Dia (Lee) memang bermain lebih bagus, dan saya harus mengakui bahwa penampilannya lebih baik dari saya”, lanjutnya.

Saat ditanya perihal penurunan performa yang sudah dialaminya, Taufik menyadari hal itu sepenuhnya. “Saya tahu saat ini saya sudah tidak berada di puncak lagi. Masa saya sudah lewat”, jelas Taufik. Taufik paham bahwa dalam olahraga setiap orang pada waktunya akan mengalami penurunan, termasuk dirinya atau bahkan Lee Choong Wei suatu saat nanti. “Namun saya tidak mau mengundurkan diri secara tiba-tiba, seperti orang terjun payung.” tandasnya kemudian.

“Saya minta maaf kepada masyarakat Indonesia yang sudah mendukung saya, tapi perjuangan saya sudah maksimal untuk melakukan yang terbaik,” pungkas Taufik. Sebelumnya, Taufik juga sempat menggarisbawahi masalah regenerasi dan evaluasi yang seharusnya sudah dilakukan oleh PBSI. Konsistensi permainan Sony yang mampu menjegal Choong Wei di turnamen Singapore Open SS namun kembali harus bertekuk atas jagoan Malaysia tersebut di babak semifinal turnamen ini.

Wakil Indonesia lainnya, Hendra Setiawan yang berpasangan dengan pemain Rusia, Anastasia Russkikh juga belum mampu berbuat banyak saat ditantang oleh tandem Polandia, Robert Mateusiak/ Nadiezda Zieba. Setelah kalah tipis 18-21 di set pertama, duo gado-gado ini mampu memberikan perlawanan ketat di set kedua. Meskipun Hendra/ Anastasia memiliki tehnik yang memadai namun beberapa permainan tanggung Anastasi di depan net memudahkan duo Polandia untuk memastikan kemenangan mereka di set kedua. Meskipun kedua pemain ini memiliki pertahanan yang cukup baik, namun Hendra seringkali sulit untuk melakukan maneuver karena Anastasia lebih banyak mengangkat bola dan memberikan peluang bagi duet Polandia untuk melakukan serangan. Sempat unggul 20-18 di set kedua, pasangan Indonesia/ Rusia yang lebih banyak bermain defensive akhirnya gagal membendung permainan cepat Robert/ Nadiezda dan menyerah 20-22.

“Permainan Eropa berbeda dengan Asia dan saya kurang familiar dengan tipe mereka,” jawab Hendra saat ditanya perihal kekalahan mereka. “Tipe Eropa biasanya lebih susah, lebih cepat dan bola-bolanya lebih halus sedangkan tipe Asia (Korea, red) lebih mengandalkan bola-bola kencang,” ungkap pasangan Markis Kido ini yang mengaku tidak ada masalah bermain rangkap. Sementara itu Anastasia mengaku cukup puas dengan hasil yang mereka raih karena tidak ada prediksi sebelumnya bahwa mereka mampu melaju hingga partai final. “Saya akan lebih banyak latihan dengan cara datang ke Jakarta beberapa bulan sekali,” cerita gadis yang sudah beberapa kali berganti pasangan main ini.

Sementara itu duet Polandia merasa bangga dengan gelar pertama yang mereka raih di Indonesia meskipun mereka bermain di bawah tekanan. “Kita bermain dalam situasi yang sangat nerveous,” kata Robert saat ditanya perihal protes yang sempat dia layangkan kepada wasit ketika beberapa kali servisnya dianggap fault. Tidak hanya dalam pertandingan mengahadapi Hendra dan Anastasia, Robert/ Nadiezda juga telah bertanding mengalahkan ganda Indonesia di dua babak sebelumnya. “Banyak beban dan tekanan karena kita menghadapi pasangan Indonesia sejak babak perempatfinal,” sergahnya kemudian. “Tapi beruntung, mereka juga membuat beberapa kesalahan sendiri di angka kritis,” lanjutnya sembari meminta maaf kepada pers karena harus mengejar pesawat pulang dalam waktu 2 jam berikutnya. Jadi, kalau terpaksa harus bermain rubber set harus siap-siap ditinggal pesawat dong? (FEY)

BWF World Ranking Top 100 Peringkat Atlit Indonesia per 01 Juli 2010

Posted by Iqbal Nurdiansyah on 1 July 2010 in Academic |

Bulutangkis.com – Pebulutangkis putra Indonesia Alamsyah Yunus kini menduduki peringkat 62 dunia setelah kesertaannya di Djarum Indonesia Open Super Series 2010 yang baru lalu. Demikian peringkat atlit yang dirilis BWF (Badminton World Federation) pada 01 Juli 2010 lalu.

Tiga tunggal putra Indonesia pada minggu ini masih berada di 10 besar dunia yaitu Taufik Hidayat (4), Sony Dwi Kuncoro (8) dan Simon Santoso (10). Tiga tunggal putra juga memperbaiki peringkatnya yaitu Dionysius Hayom Rumbaka berada di posisi 21, naik dua tingkat dari posisi 23 minggu lalu, Andre Kurniawan Tedjono berada di posisi 31 naik satu tingkat, Sementara Adnan Fauzi kini masuk 100 besar dunia dengan berada di posisi 99 dunia.

Pada tunggal putri Maria Febe Kusumastuti dan Adriyanti Firdasari mengalami penurunan posisi pada minggu ini. Maria Febe kini di posisi 19 dari 22 dan Adriyanti Firdasari berada di posisi 26 dari posisi 24. Sementara Fransiska Ratnasari di posisi 29 masih seperti di posisi minggu lalu.

Kegagalan pasangan ganda putra Indonesia Markis Kido/ Hendra Setiawan di Djarum Indonesia Open 2010 yang baru lalu tidak berpengaruh banyak dan masih tetap berada di posisi 4 seperti minggu lalu. Pasangan ganda putra Alvent Yulianto Chandra/ Hendra Aprida Gunawan walau tidak berpartisipasi kali ini akibat kelalaian PBSI naik satu tingkat ke posisi 5 dari dari posisi 6. Sementara pasangan Berry Anggriawan/ Muhammad Ulinnuha yang berada di posisi 80 kini berada di posisi 82.

Peringkat terbaik ganda putri Indonesia diduduki pasangan Annisa Wahyuni/Anneke Feinya Agustin yang berada di posisi 23 dengan memperbaiki posisi dari posisi 25. Sementara dua ganda putri Indonesia dengan format baru Greysia Polii/ Meiliana Jauhari dan Shendy Puspa Irawati/ Nitya Krishinda Maheswari memperbaiki posisi. Greysia Polii/ Meiliana Jauhari kini di posisi 39 dari posisi 45 minggu lalu, sementara Shendy Puspa Irawati/ Nitya Krishinda Maheswari kini di posisi 55 dari posisi 77.

Sementara dua ganda putri Indonesia memperbaiki posisi dengan masuk 100 besar dunia. Pasangan gado-gado Indonesia/ Thailand Vita Marissa/ Saralee Thoungthongkam kini di posisi 88. Sementara pasangan Della Destiara Haris/ Suci Rizky Andini berada di posisi 90 dunia.

Dua ganda campuran Indonesia masih berada di posisi 10 besar dunia. Nova Widianto/ Liliyana Natsir walau gagal pada Djarum Indonesia Open Super Series 2010 berada di posisi puncak naik dari posisi kedua minggu lalu. Sementara Hendra Aprida Gunawan/ Vita Marissa turun dari posisi 3 ke posisi 4 minggu ini. Pasangan gado-gado Indonesia/ Rusia Hendra Setiawan/ Anastasia Russkikh yang melaju ke babak final Djarum Indonesia Open Super Series 2010 belum terlihat masuk 100 besar dunia.

Top 100 Peringkat Atlit Indonesia
Tunggal Putra :
4. (4) Taufik Hidayat
8. (8) Sony Dwi Kuncoro
9. (10) Simon Santoso
21. (23) Dionysius Hayom Rumbaka
31. (32) Andre Kurniawan Tedjono
62. (72) Alamsyah Yunus
85. (88) Andreas Adityarman
99. (–) Adnan Fauzi

Tunggal Putri :
22. (19) Maria Febe Kusumastuti
26. (24) Adriyanti Firdasari
29. (29) Fransiska Ratnasari
43. (57) Lindaweni Fanetri
44. (60) Maria Kristin Yulianti
95. (96) Aprillia Yuswandari

Ganda Putra:
4. (4) Markis Kido/Hendra Setiawan
5. (6) Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan
18. (18) Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki
20. (22) Muhammad Ahsan/Bona Septano
45. (34) Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi
69. (59) Afiat Yuris Wirawan/Wifqi Windarto
76. (64) Lingga Lie/Fernando Kurniawan
82. (80) Berry Anggriawan/ Muhammad Ulinnuha
98. (99) Candra Wijaya/Rendra Wijaya

Ganda Putri :
23. (25) Annisa Wahyuni/Anneke Feinya Agustin
30. (33) Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari
33. (26) Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari
39. (45) Greysia Polii/ Meiliana Jauhari
51. (52) Dewi Komala/Keshya Nurvita Hanadia
55. (77) Shendy Puspa Irawati/ Nitya Krishinda Maheswari
69. (68) Vita Marissa (INA)/ Mona Santoso (USA)
82. (97) Nadya Melati/ Devi Tika Permatasari
88. (–) Vita Marissa (INA)/ Saralee Thoungthongkam (THA)
90. (–) Della Destiara Haris/ Suci Rizky Andini

Ganda Campuran :
1. (2) Nova Widianto/Liliyana Natsir
4. (3) Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa
14. (17) Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet
38. (44) Muhammad Rijal/Debby Susanto
40. (38) Flandy Limpele/Cheng Wen Hsing [INA/TPE]
46. (36) Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita
70. (73) Okvana Viki Indra/Gustiani Sari Dewi
75. (71) Ahmad Tontowi/Richi Dili Puspita

Keterangan :
( – ): Pemain yang baru masuk 100 besar.

Peluncuran Situs Resmi Taufik Hidayat Arena

Posted by Iqbal Nurdiansyah on 1 July 2010 in Academic |

Bulutangkis.com – Taufik Hidayat Arena dengan bangga meluncurkan situs resmi Taufik Hidayat Arena, sebuah sumber mengenai perkembangan pembangunan serta informasi yang berhubungan dengan seluruh kegiatan dalam Taufik Hidayat Arena.

Peluncuran ini dilakukan berhubungan dengan akan dimulainya konstruksi pembangunan Badminton Center, Taufik Hidayat Arena. Dengan alamat situs www.taufikhidayatarena.com, situs tersebut melanjutkan desain dari bangunan Taufik Hidayat Arena itu sendiri, yang bersifat dinamis, modern, sederhana dan berisikan berbagai macam warna.

“Situs ini diinginkan agar user-friendly, sehingga para penggunanya pun dengan mudah dapat menyelusuri keseluruhan situs tersebut” ujar Melati Karina, perwakilan manajemen Taufik Hidayat.

Lanjutnya, “Pada awalnya, situs ini baru akan terisikan dengan informasi perihal maksud dari pembangunan Taufik Hidayat Arena ini, lokasi beserta info kontak manajemen yang dapat dihubungi.”

Dengan peluncuran situs resmi ini, diharapkan masyarakat beserta pecinta bulutangkis dapat dengan mudah mengakses berita terbaru perihal pembangunan Taufik Hidayat Arena beserta program pelatihannya.

Taufik Hidayat Arena merupakan sebuah Badminton Centre yang direncanakan untuk dibangun pada lahan kurang lebih 6600m2 dengan fasilitas antara lain; 8 Lapangan Bulutangkis, Gym, Medic/Physio Room, Internet Lounge, Outdoor Cafetaria, Lapangan Futsal dan Taufik Hidayat Gallery.

Pembangunan direncanakan akan selesai pertengahan tahun 2011. (Melati Karina)

Sejarah Bulutangkis

Posted by Iqbal Nurdiansyah on 1 July 2010 in Academic |

Bulutangkis atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang berlawanan.
Mirip dengan tenis, bulutangkis dimainkan dengan pemain di satu sisi bertujuan memukul bola permainan (“kok” atau “shuttlecock”) melewati net agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan. Dia juga harus mencoba mencegah lawannya melakukan hal tersebut kepadanya.
Partai
Ada lima partai yang biasa dimainkan dalam bulutangkis. Mereka adalah:
1. Tunggal putra
2. Tunggal putri
3. Ganda putra
4. Ganda putri
5. Ganda campuran
Sejak 1 Februari 2006, seluruh partai memakai sistem “pemenang dua dari tiga set” (best of three) yang masing-masing diraih dengan mencapai 21 poin secara rally point.
Memainkan bulutangkis
Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi pada kedua sisi jaring di atas wilayah persegi panjang yang ditandai di lantai sebagaimana diperlihatkan di diagram.
Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melompati jaring ke wilayah di seputar batasan/aras tertanda sebelum pemain atau pasangan lawan bisa memukulnya balik. Untuk setiap kali ini berhasil dilakukan oleh regu yang menyervis, pemain atau pasangan penyervis (peladen) mencetak skor satu poin. Setelah memenangi satu poin, pemain yang sama menyervis kembali, dan terus menyervis sepanjang mereka terus mencetak poin. Apabila regu yang tak menyervis memenangkan reli ini, tiada poin dicetak oleh mereka tetapi ada pergantian penyervis. Dalam permainan ganda, seorang peladen memulai permainan, dan setelah kalah sebuah reli, servis berpindah ke regu lawan. Dari waktu itu ke depannya, kedua pemain pada seregu bergantian menyervis (meladen) sebelum servis kembali berpindah kepada lawan mereka. Pemain di sisi servis tangan kanan selalu memulai servis.

Wilayah servis

Gelanggang badminton
Tiap-tiap pemain menetapkan di antara dua wilayah servis. Ada wilayah servis untuk tunggal, yakni berlebar 5,18 meter dan panjangnya 13,40 meter. Areal servis untuk ganda berukuran 6,10 meter pada lebarnya dan 11,88 meter panjangnya. Wilayah servis dibagi dua belahan. Di tengah-tengah lapangan berdiri jaring/net, yakni 1,55 meter tingginya. Garis-garis servis pendek berentang 1,98 meter dari jaring. Kotak servis kiri dan kotak servis kanan dipisahkan oleh garis di tengahnya.
Perlengkapan
• Raket: Secara tradisional raket dibuat dari kayu. Kemudian aluminium atau logam ringan lainnya menjadi bahan yang dipilih. Kini, hampir semua raket bulutangkis profesional berkomposisikan komposit serat karbon (plastik bertulang grafit). Serat karbon memiliki kekuatan hebat terhadap perbandingan berat, kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Namun, sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk sebagian atau keseluruhan raket.
• Kok: Kok adalah bola yang digunakan dalam olahraga bulutangkis, terbuat dari rangkaian bulu angsa yang disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah bola yang terbuat dari gabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi digunakan juga kok dari pelastik.
• Senar: Mungkin salah satu dari bagian yang paling diperhatikan dalam bulutangkis adalah senar nya. Jenis senar berbeda memiliki ciri-ciri tanggap berlainan. Keawetan secara umum bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar berketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb. Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi senar.
• Sepatu: Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain membutuhkan pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat. Sepatu bulutangkis membutuhkan sol karet untuk cengkraman yang baik, dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-menarik, dan teknologi penyebaran goncangan untuk melompat; bulutangkis mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan pergelangan kaki.
• Net: Bulutangkis tidak akan pernah bisa berjalan tanpa perlengkapan yang satu ini. Net merupakan pembatas antara bidang permainan pemain yang satu dengan yang lain. Tinggi net kurang lebih 152 cm dan sama untuk semua jenis permainan, baik itu tunggal maupun ganda, putri maupun putra.
Sejarah
Olah raga yang dimainkan dengan kok dan raket, kemungkinan berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu tetapi juga disebut-sebut di India dan Tiongkok.
Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Alih-alih, objeknya dimanipulasi dengan kaki. Objek/misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.
Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Ini cukup populer untuk menjadi nuansa harian di jalan-jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun untuk ini.
Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat China, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka.
Olah raga kompetitif bulutangkis diciptakan oleh petugas Tentara Britania di Pune, India pada abad ke-19 saat mereka menambahkan jaring/net dan memainkannya secara bersaingan. Oleh sebab kota Pune dikenal sebelumnya sebagai Poona, permainan tersebut juga dikenali sebagai Poona pada masa itu.
Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Olah raga ini mendapatkan namanya yang sekarang pada 1860 dalam sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul “Badminton Battledore – a new game” (“Battledore Bulutangkis – sebuah permainan baru”). Ini melukiskan permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort’s di Gloucestershire, Inggris.
Rencengan peraturan yang pertama ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi Bulutangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England.
Bulutangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.
International Badminton Federation (IBF) didirikan pada 1934 dan membukukan Inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Denmark, Belanda, Kanada, Selandia Baru, dan Prancis sebagai anggota-anggota pelopornya. India bergabung sebagai afiliat pada 1936. Pada IBF Extraordinary General Meeting di Madrid, Spanyol, September 2006, usulan untuk mengubah nama International Badminton Federation menjadi Badminton World Federation (BWF) diterima dengan suara bulat oleh seluruh 206 delegasi yang hadir.
Olah raga ini menjadi olah raga Olimpiade Musim Panas di Olimpiade Barcelona tahun 1992. Indonesia dan Korea Selatan sama-sama memperoleh masing-masing dua medali emas tahun itu.

0

Multimedia

Posted by Iqbal Nurdiansyah on 19 June 2010 in Academic |

Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, animasi dan video dengan alat bantu ([tool]) dan koneksi ([link]) sehingga pengguna dapat ber-([navigasi]), berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi.
Multimedia sering digunakan dalam dunia hiburan. Selain dari dunia hiburan, Multimedia juga diadopsi oleh dunia Game.

Multimedia dimanfaatkan juga dalam dunia pendidikan dan bisnis. Di dunia pendidikan, multimedia digunakan sebagai media pengajaran, baik dalam kelas maupun secara sendiri-sendiri. Di dunia bisnis, multimedia digunakan sebagai media profil perusahaan, profil produk, bahkan sebagai media kios informasi dan pelatihan dalam sistem e-learning.

Copyright © 2010-2017 iqbal07's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.4, from BuyNowShop.com.